This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Simulasi Design Layout Jaringan Berbasis Luas

0 komentar

WAN : Simulasi Design Layout Jaringan Berbasis Luas

Nama : Ahmad Hafidz Ihya'udin
Guru Pengapu : Selamet Hariadi
Pertemuan ke-3 Hari Senin Tanggal 8 September 2014
Abstrak : Dalam simulasi dibawah di gambarkan 12 jaringan didalamnya dengan banyak router sebagai penghubungnya tetapi antara 12 jaringan itu antara 8 jaringan tidak terhubung dengan 4 jaringan supaya tidak ada koneksi di antaranya. hal itu dilakukan dengan menyetting RIP di masing-masing routernya.
Kata Kunci : Router, IP address, Subnetmask, PC, Default gateway








Departement 1 :
·         Server : IPadress                     :192.168.1.50
Subnetmask               :255.255.255.0
Default gateway         :192.168.1.1
·         Gedung IT Center
ü  Manajemen data
1.      PC 1 Manajemen Data : IPadress :192.168.1.7
Subnetmask :255.255.255
Default gateway :192.168.1.1
2.      PC 2 Manajemen Data : IPadress :192.168.1.8
Subnetmask :255.255.255.0
Defult gateway :192.168.1.1
3.      PC 3 Manajemen Data : IPadress :192.168.1.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.1.1
ü  Manajemen Perangkat
1.      PC 1 Manajemen Perangkat : IPadress :192.168.2.7
 Subnetmask :255.255.255.0
 Default gateway :192.168.2.1
2.      PC 2 Manajemen Perangkat : IPadress :192.168.2.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.2.1
3.      PC 3 Manajemen Perangkat : IPadress :192.168.2.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.2.1






·         Gedung HRD
ü  Rekrutmen
1.      PC 1 Rekrutmen : IPadress :192.168.3.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.3.1
2.      PC 2 Rekrutmen : IPadress :192.168.3.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.3.1
3.      PC 3 Rekrutmen : IPadress :192.168.3.9
                              Subnetmask :255.255.255.0
                              Default gateway :192.168.3.1
ü  Pengembangan SDM
1.      PC 1 Pengembangan SDM : IPadress :192.168.4.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.4.1
2.      PC 2 Pengembangan SDM : IPadress :192.168.4.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.4.1
3.      PC 3 Pengembangan SDM : IPadress :192.168.4.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.4.1
·         Public Relation
ü  Marketing
1.      PC 1 Marketing : IPadress :192.168.5.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.5.1
2.      PC 2 Marketing : IPadress :192.168.5.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.5.1
3.      PC 3 Marketing : IPadress :192.168.5.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.5.1
ü  Customer Service
1.      PC 1 Customer service : IPadress :192.168.6.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.6.1
2.      PC 2 Customer Service : IPadress :192.168.6.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.6.1
3.      PC 3 Customer service : IPadress :192.168.6.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.6.1
·         Pendidikan
ü  Pendidikan Pekerja
1.      PC 1 Pendidikan pekerja : IPadress :192.168.7.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.7.1
2.      PC 2 Pendidikan pekerja : IPadress :192.168.7.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway ;192.168.7.1
3.      PC 3 Pendidikan Pekerja : IPadress :192.168.7.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.7.1
ü  BLK
1.      PC 1 BLK : IPadress :192.168.8.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.8.1
2.      PC 2 BLK : IPadress :192.168.8.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.8.1
3.      PC 3 BLK : IPadress :192.168.8.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.8.1

Departemen 2
·         Security
ü  Security Industry
1.      PC 1 Security industry : IPadress :192.168.9.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.9.1
2.      PC 2 Security industry : IPadress :192.168.9.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.9.1
3.      PC 3 Security industry : IPadress :192.168.9.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.9.1
ü  Security Client
1.      PC 1 Security client : IPadress :192.168.10.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.10.1
2.      PC 2 Security client : IPadress :192.168.10.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.10.1
3.      PC 3 Security client : IPadress :192.168.10.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.10.1
·         Antivirus
ü  Software
1.      PC 1 Software : IPadress :192.168.11.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.11.1
2.      PC 2 Software : IPadress :192.168.11.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.11.1
3.      PC 3 Software : IPadress :192.168.11.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.11.1
ü  Searhing
1.      PC 1 Searhing : IPadress :192.168.12.7
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.12.1
2.      PC 2 Searhing : IPadress :192.168.12.8
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.12.1
3.      PC 3 Searhing : IPadress :192.168.12.9
Subnetmask :255.255.255.0
Default gateway :192.168.12.1


 




Sumber : Pertemuan Hari Senin Tanggal 8 September 2014


Prinsip Kerja Jaringan Client Server

0 komentar


ASJ                         : Prinsip Kerja Jaringan Client Server

Nama                    : Ahmad Hafidz Ihya’udin
Guru Pengapu      : Selamet Hariadi
Pertemuan ke -2 Hari Jumat Tanggal 5 September 2014
Abstrak                : Client server adalah suatu system jaringan yang menggunakan computer server sebagai control terpusat yang di akses oleh computer client. Jaringan client server berbeda dengan jaringan peer to peer yang setiap computer nya bias menjadi client ataupun server. Untuk menjadi sebuah server harus dibutuhkan perangkat keras yang memadai dalam pengolah data dan penyimpanan nya harus bias melayani semua client tanpa ada kendala.
Kata Kunci           : Client, Server, Peer to peer, DBMS


1.        Pengertian dan Konsep Dasar Client Server
Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1.   Servis (layanan)
2.   Sharing resources (sumber daya)
3.      Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
4.      Transparansi lokasi
5.      Mix-and-Match
6.      Pesan berbasiskan komunikasi
7.   Pemisahan interface dan implementasi

Perbedaan Tipe Client-Server
1. File Servers
·         File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
·         Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
·         Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
·         Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.
3. Transaction Servers (Transaksi Server)
·         Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
·         Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
·         Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi
4. Groupsware Servers
·         Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
·         Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
·         Data diatur sebagai dokumen
5. Object Application Servers
·         Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
·         Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
·         Client meminta sebuah method pada remote object
6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
·         World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
·         Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

2.      Tipe-tipe Jaringan Peer to peer
Dalam jaringan peer-to-peer tidak ada server khusus atau hierarki diantara komputer-komputer yang saling terhubung, semua komputer berstatus sama dan dikenal sebagai peer. Komputer-komputer yang terdapat dalam jaringan peer-to-peer dapat bertindak sebagai server dan juga dapat bertindak sebagai client. Pada jenis jaringan ini juga tidak memiliki administrator yang bertanggung jawab terhadap seluruh jaringan. Masing-masing user bertindak sebagai administrator pada komputer yang digunakannya, user pada masing-masing komputer dapat menentukan data yang diperbolehkan untuk diakses oleh user dari komputer lain.

Jaringan peer-to-peer memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:
  • Mudah di-install dan di-konfigurasi
  • Masing-masing komputer tidak tergantung pada server khusus
  • User-user dapat mengontrol resource yang hendak mereka bagikan pada user lain
  • Jenis jaringan peer-to-peer relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis client-server
  • Jenis jaringan ini akan efektif dengan jumlah pengguna yang kurang dari 10.
Tetapi, jenis jaringan peer-to-peer juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah:
  • Anda hanya dapat menggunakan beberapa password terhadap beberapa resource pada satu saat
  • User mungkin akan mengingat beberapa password terhadap beberapa resource
  • User harus melakukan proses backup pada masing-masing komputer untuk melindungi data yang tersimpan pada masing-masing komputer.
  • Performance komputer yang memiliki resource akan menurun ketika resource tersebut di-akses oleh beberapa user
  • Mekanisme penyimpanan data tidak terpusat pada satu komputer, karena lokasi data tersebar dimasing-masing komputer.

3.      Arsitektur Jaringan Client Server
Model-model Client Server
1. Client/Server (two tier)
Two Tier Client Server - Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface(Client). Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen Proses(Jaringan).
3. Database(Server). Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.

2. Three-Tier / Multi-Tier
Three Tier Client Server - Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu : 
  • Layanan presentasi (tingkat client
  • Layanan bisnis (tingkat menengah) 
  • Layanan data (tingkat sumber data)

Kelebihan arsitektur Three Tier : 
  • Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
  • Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah.
  • Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client
  • Keamanan dibelakang firewall.Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
  • Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
  • Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.

Kekurangan arsitekture Three Tier :
  • Lebih susah untuk merancang
  • Lebih susah untuk mengatur 
  • Lebih mahal


3.   Aplikasi N-tier
Aplikasi N-TierStored procedure ternyata tidak mencukupi untuk sistem dimana database disimpan pada lebih dari satu server, karena bisa jadi terdapat client yang tidak dapat mengakses procedure tersebut. Mungkin Anda bertanya, apa perlunya menyimpan database lebih dari satu server? Tentu saja Anda juga menginginkan perusahaan yang menggunakan aplikasi Anda dapat berkembang, bukan? Penggunaan lebih dari satu database sangat memungkinkan saat sebuah perusahaan telah memiliki divisi yang cukup besar dimana harus memiliki database tersendiri. Dalam kasus penggunaan lebih dari satu server database, Anda perlu mengimplementasikan strategi development yang berbeda, pendekatan yang baik adalah dengan menggunakan model n-tier. Huruf “n” pada n-tier menunjukkan variabel numerik yang dapat berisi angka sebanyak apapun, misalnya 3-tier, 4-tier dan seterusnya. Karena itu sebuah aplikasi n-tier memiliki 3 atau lebih tingkatan logical, umumnya aplikasi n-tier saat ini menggunakan 3-tier.
Keuntungan Dan Kerugian n-tier
Diantara keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari arsitektur n-tier (atau 3-tier pada umumnya), yang terutama adalah:
1.      Kemudahan perubahan business logic di masa yang akan dating
2.      Business logic yang mudah diimplementasi dan dipelihara
3.      Aplikasi client dapat mengakses berbagai tipe DBMS yang berbeda-beda secara               transparan.

4.      Interaksi Jaringan Client Server dan DBMS
Interaksi antara client dan server selama pemrosesan query SQL adalah sebagai berikut :
1. Client melakukan parsing query pemakai dan memecahnya ke dalam sejumlah query independent untuk setiap tempat. Setiap query terseut dikirim ke server yang sesuai.
2. Setiap server memproses query lokal dan mengirim relasi hasil ke client.
3. Client mengkombinasikan hasil sub query dari query asal yang dikirim.

Sumber :










Kebijakan pengguna jaringan dan ancaman serta serangan dalam sebuah jaringan

0 komentar

KJ : Kebijakan pengguna jaringan dan ancaman serta serangan dalam sebuah jaringan


Nama : Ahmad Hafidz Ihya’udin
Guru Pengapu : Slamet Hariadi
Pertemuan ke -3 hari rabu Tanggal 3 September 2014
Abstrak : Kebijakan pengguna jaringan merupakan etika seseorang untuk melakukan lalu lintas data dalam jaringan itu jikalau semua orang mengetahui batasan mereka masing-masing tidak akan terjadi serangan logik dalam jaringan tersebut.
Kata kunci : kebijakan, etika, ancaman


Ø  Kebijakan Pengguna Jaringan

1. Kebijakan Organisasi
            Kebijakan Organisasi, Instansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut
Contoh Kebijakan Organisasi :
·         Tata kelola sistem komputer
·         Pengaturan kerapian pengkabelan
·         Pengaturan akses wi-fi
·         Manajemen data organisasi
·         Sinkronisasi antar sub-organ
·         Manajemen Sumber Daya
·         Maintenance & Checking berkala

2.   Etika menggunakan Jaringan computer
·         Memahami Akses Pengguna
·         Memahami kualitas daya Organisasi
·         Pengaturan penempatan sub-organ

3.   Kebijakan mengakses computer
·         Manajemen pengguna
·         Manajemen sistem komputer
·         Manajemen waktu akses


Ø  Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan

1.      Serangan fisik terhadap keamanan jaringan
ü  Terjadi gangguan pada Kabel
ü  Kerusakan Harddisk
ü  Konsleting
ü  Data tak tersalur dengan baik
ü  Koneksi tak terdeteksi
ü  Akses bukan pengguna
2.      Serangan logik terhadap keamanan jaringan
ü  SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem
ü  DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem
ü  Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
ü  Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan.
ü  Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam social media.
ü  Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse.
ü  Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.


Sumber : Pertemuan hari rabu tanggal 3 september 2014

 
SMK INDUSTRI ALKAAFFAH (Ahmad Hafidtz) © 2012 | Designed by Meingames and Bubble shooter